Beranda Desain Sejarah Desain Modern Serta Aliran Seni Rupa Abad Ke-18 dan Ke-19

Sejarah Desain Modern Serta Aliran Seni Rupa Abad Ke-18 dan Ke-19

11 Sedikit Membaca
0
0
953
Sejarah Desain Modern Serta Aliran Seni Rupa Abad Ke-18 dan Ke-19

Sejarah Desain Modern – Setelah mengenal sejarah desain pada zaman prasejarah mari lanjutkan membaca sejarah desain modern pada zaman ke-18 dan ke-19 yang didominasi dengan seni seni lukis dan jangan lewatkan artikel selanjutnya yang mencakup aliran-aliran seni lainnya yang menjadi dasar dari pembuatan desain sekarang ini dan selalu eksis dan dikembangkan dari waktu ke waktu.

Peradapan telah ditolong oleh adanya desain modern yang menghadirkan pemecahan masalah yang dihasilkan dari masalah sosial, ekonomi dan politik pada zaman ke-18, pencapaian  tentang metode berfikir mengenai manusia sebagai fokus utama ( subjek ) dan cara berfikir rasional terhadap pemecahan setiap persoalan. Peradapan itu disebut sebagai periode Pencerahan dan Revolusi Industri, serta Abad Revolusi Amerika dan Perancis. Pada masa itu sistem monarkhi di Eropa mendapat perlawanan dari konsep republikanisme dan demokrasi.

Lahirlah aliran Neo-Klasikisme dan Romantisme serta Realisme pada peradaban abad ke-19 dengan falsafah “seni untuk seni” dan berlanjut dengan aliran Impresionisme dan Post-Impresionisme yang mengekspresikan pemikiran-pemikiran dalam seni rupa. Peradapan sendiri berhubungan dengan kebudayaan dan setiap wilayah dan negara mempunyai kebudayaan sendiri-sendiri yang berupa desain. Desain sendiri merupakan tanda atau kode dalam kebudayaan karena dalam desain sebagai karya fungsional dan sebagai jejak peradapan. Kelahiran desain modern tidak semata-mata disebabkan penetrasi teknologi dan industri dalam dunia desain, akan tetapi merupakan upaya penyatuan berbagai latar belakang ilmu pengetahuan dan teknologi yang selalu berkesinambungan.

Baca juga : Perkembangan Desain Indonesia Zaman Prasejarah Sampai Dampak Revolusi Industrinya

Sejarah Desain Modern Serta Aliran Seni Rupa Abad Ke-18 dan Ke-19

Neo-Klasikisme

Sikap rasional dan ilmiah menjadi inspirasi bagi berkembangnya aliran Neo- Klasikisme dalam seni rupa. Penggalian arkeologi kota Pompeii dan Herculaneum pada abad ke-18 mendorong munculnya minat terhadap nilai-nilai klasik masa lalu. Para seniman mendapat informasi baru tentang desain dan ornamentasi Klasik. Minat terhadap negara Romawi kuno memunculkan kembali pemikiran tentang sistem pemerintahan republik, yang dipandang sesuai dengan pemikiran politik pada waktu itu, yaitu masa Revolusi Perancis.

Mengenai klasifikasi aliran Neo-Klasikisme dalam sejarah seni rupa, terdapat perbedaan pendapat diantara pada ahli. Kadang-kadang aliran Neo-Klasikisme dianggap sebagai bagian dari aliran Romantisme. Namun pada dasarnya terdapat perbedaan di antara kedua aliran tersebut.

Aliran Neo-Klasikisme di Perancis

Di Perancis, aliran Neo-Klasikisme sangat berbeda dengan gaya Rokoko sebelumnya. Pada aliran Neo-Klasikisme kontur bentuk dipertegas dengan garis, sedangkan pada gaya Rokoko disembunyikan dalam goresan kuas. Tema yang diangkat juga lebih serius, dengan memusatkan pada mitologi klasik dan tema-tema kesejarahan. Pendekatan rasional memunculkan kembali pandangan estetika Poussin dan menolak pandangan sensualitas Rubens.

Jacques-Louis David (1748-1825)

David merupakan pelopor aliran Neo-Klasikisme di Perancis pada akhir abad ke-18. Ia bekerja pada Raja Louis XVI, namun karya-karyanya mencerminkan pandangan republikanisme. Ketika terjadi Revolusi Perancis David berperan aktif sekaligus dalam seni rupa dan politik. Setelah Napoleon mengubah pemerintahan republik menjadi kerajaan, David bekerja pada Napoleon dan mengembangkan gaya Neo-Klasik. Setelah Napoleon dikalahkan dan terjadi restorasi monarkhi di Perancis, David hidup dalam pengasingan di Brussels.

Salah satu karya David yang terkenal berjudul Oath of Horatii (1774). Meskipun dikerjakan untuk Louis XVI, karya ini telah mengantisipasi pemikiran republikanisme. Lukisan ini berisi cerita tentang tiga pemuda bersaudara yang akan berangkat berperang demi kerajaan Romawi. Tampak mereka mengangkat sumpah dengan pedang yang dipegang oleh ayahnya, berjanji untuk mengabdikan diri pada nilai-nilai luhur dan kaidah- kaidah moral. Tema itu menggambarkan ajaran Neo-Klasikisme bahwa pikiran lebih utama dari pada perasaan. Lukisan dalam beberapa hal bertentangan dengan gaya Rokoko. Warnanya kusam, figur-figur statis (kaku, seperti patung), dan perspektif dirancang secara rasional. Komposisi disusun secara geometrik dan objek utama merupakan latar depan. Pencahayaan yang tajam dan langsung menunjukkan ciri khas gaya Baroq, bukan Neo- Klasikisme.

Karya David yang lain misalnya The Death of Socrates (1787). Dalam lukis ini figur Sokrates mengulurkan tangan kanannya untuk menerima mangkuk yang berisi racun dan mengangkat tangan kirinya, sebagai pernyataan keteguhannya pada pendirian yang luhur. Sokrates yang secara tidak adil dihukum mati mengungkapkan keyakinannya untuk menegakkan hukum. Sesuai dengan prinsip Neo-Klasikisme, bentuk-bentuk horisontal dan vertikal membuat komposisi lukisan itu menjadi stabil. Di latar depan figur Sokrates dan murid-muridnya digambarkan dengan arah tegak dan mendatar, dengan sikap kaku seperti patung.

Jean-Auguste-Dominique Ingres (1780-1867)

Ingres adalah murid David, yang menjadi tokoh Neo-Klasikisme di Perancis sampai pertengahan abad ke-19. Tidak seperti David, Ingres tidak mengabdikan diri pada pemerintahan Napoleon ataupun pemikiran republikanisme Revolusi Perancis.

Prinsip seni lukis Ingres lebih tegas dari pada David, bahwa garis kontur merupakan unsur utama dalam seni lukis. Meskipun memiliki kepekaan yang mendalam terhadap unsur warna, Ingres menentang tradisi seni lukis Rubens yang menggunakan warna secara emotif. Ingres mengingatkan kembali pertentangan antara ajaran seni lukis Poussin yang  menggunakan pendekatan intelektual dan seni lukis Rubens yang menggunakan pendekatan emosional.

Salah satu karya Ingres yang terkenal berjudul Grande Odalisque (1814). Lukisan ini mengambil tema dari Timur Dekat, menggambaran wanita simpanan raja, tetapi menggunakan gaya Neo-Klasik. Seperti karya David pada umumnya, lukisan ini memiliki tekstur permukaan yang halus dan penggambaran figur yang kaku, seperti patung. Berbeda dengan David, Ingres menggunakan bentuk figur yang dipanjangkan (elongated) dan diabstraksikan, seperti dalam lukisan Manneris pada abad ke-16 (misalnya lukisan El Greco). Objek wanita itu tampak menonjol ke depan, memberikan kesan seperti relief.

Neo-Klasikisme di Luar Perancis

Selain di Perancis, aliran Neo-Klasik juga muncul di Inggris dan Amerika. Tokoh aliran Neo-Klasik di Inggris adalah Angelica Kauffman dan di Amerika, Thomas Jefferson.

Angelica Kauffman (1741-1807)

Kauffman adalah pelukis wanita kelahiran Swiss yang belajar di Itali dan kemudian  menetap di London. Kauffman bersama-sama dengan Sir Jushua Reynolds mendirikan Royal Academy di Inggris. Kauffman banyak mengerjakan dekorasi untuk menghiasi interior Neo-Klasik yang didesain oleh Robert Adams. Ia dikenal dengan lukisannya yang bertema sejarah dan potret. Karya Kauffman misalnya Painting: Color (1780), yang merupakan lukisan kanvas untuk langit-langit ruang kuliah di Royal Academy.

Thomas Jefferson (1743-1826)

Thomas Jefferson adalah presiden Amerika Serikat yang ketiga dan sekaligus arsitek. Jefferson merancang bangunan dengan gaya Neo-Klasik. Selama menjabat menteri untuk Perancis pada tahun 1784 sampai 1789, ia belajar tentang seni bangun Eropa moderen dan seni bangun Romawi kuno. Ia merancang beberapa gedung pemerintah di Amerika, di antaranya gedung pemerintah pusat negara bagian Virginia (Virginia State Capitol) dan gedung Universitas Virginia.

Thomas Jefferson juga merancang bangunan rumah kediamannya yang diberi nama Monticello. Bangunan ini didasarkan pada bangunan abad ke-16, Palladio Villa Rotunda. Bangunan ini pernah dimodifikasi pada tahun 1796 sampai 1806, dengan mengurangi unsur yang berasal dari Palladio tersebut. Ciri-ciri bangunan ini di antaranya kubah yang dibangun di atas dinding berbentuk oktagonal serta portiko (teras depan) yang menggunakan susunan Dorik.

Artikel Lanjutan :

Terima kasih telah membaca Sejarah Desain Modern Serta Aliran Seni Rupa Abad Ke-18 dan Ke-19.
Semoga bermanfaat.

 

Muat Artikel Oleh Firnandus
Muat Artikel Mengenai Desain

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Periksa Juga

Pengertian Desain Produk, Sejarah dan Asosiasinya Di Indonesia

Pengertian Desain Produk, Sejarah dan Asosiasinya Di Indonesia – Sebenarnya dari awa…