Beranda Desain Pengertian Desain Menurut Para Ahli

Pengertian Desain Menurut Para Ahli

11 Sedikit Membaca
0
3
4,218
Pengertian Desain Menurut Para Ahli

Pengertian Desain Menurut Para Ahli – Pada posting sebelumnya anda telah membaca Pengertian Desain yang mengartikan bahwa desain merupakan penggabungan antara seni dan sains. Untuk memperkaya pengetahuan anda mengenai desain bisa  membaca Pengertian Desain Menurut Para Ahli.

Sebenarnya banyak sekali pengertian desain dari zaman dahulu sampai sekarang dan para ahli desain pun juga mempunyai pengertiannya sendiri-sendiri. Karena zaman mulai berkembang dari waktu ke waktu yang mengakibatkan kebutuhan desain semakin beragam dari beberapa bidang.

Jika kita lihat di wikipedia Pengertian Awal Desain adalah penggunaan istilah design atau desain bermula dari gambar teknik arsitektur (gambar potong untuk bangunan) serta di awal perkembangan, istilah desain awalnya masih berbaur dengan seni dan kriya. Di mana, pada dasarnya seni adalah suatu pola pikir untuk membentuk ekpresi murni yang cenderung fokus pada nilai estetis dan pemaknaan secara privasi. Sedangkan desain memiliki pengertian sebagai suatu pemikiran baru atas fundamental seni dengan tidak hanya menitik-beratkan pada nilai estetik, namun juga aspek fungsi dan latar industri secara massa, yang memang pada realitanya pengertian desain tidak hanya digunakan dalam dunia seni rupa saja, namun juga dalam bidang teknologi, rekayasa, dll.

Baca jugaPengertian Desain : Desain Merupakan Penggabungan Antara Seni dan Sains

Pengertian Desain Menurut Para Ahli

M. Asimow (Amerika Serikat, 1962) Decision making in the face of uncertainty with high penalties for error (Pengambilan keputusan menghadapi ketidak-pastian dengan risiko tinggi bila melakukan kekeliruan). Dari sini dapat disimpulkan bahwa desain adalah sebuah kata kerja, yaitu rangkaian pengambilan keputusan yang dilakukan secara sadar. Jadi bila proses desain mengalami hambatan, bisa jadi karena sang desainer tidak berani mengambil keputusan. Dalam mengambil keputusan, sang desainer harus memahami konsekwensi dari desainnya dan sang desainer berperan menjadi risk manager, karena tidak mungkin untuk menghilangkan resikonya sama sekali.

Christopher Alexander (Amerika Serikat, 1962, 1963, 1964) Finding the right physical components of a physical structure (Menemukan komponen fisik yang tepat untuk menciptakan suatu struktur fisik). Definisi Christopher Alexander membawa pemahaman bahwa desain adalah sebuah kata kerja, yaitu kegiatan bereksplorasi untuk menemukan berbagai komponen desain dan merangkainya menjadi sebuah struktur. Ada dua hal yang harus diekplorasi dalam pemahaman ini, yaitu komponennya dan sistemnya. Dalam desain grafis dan desain produk, komponen desain (design elements) bisa diartikan dengan unsur garis, bentuk, sosok, gesture, warna, tipografi, material, gambar, foto, cahaya dan sebagainya. Sedangkan sistem (design principle) dalam desain grafis dan desain produk bisa diartikan dengan ukuran (dimensi), skala, proporsi, teknik, keseimbangan (balance), harmoni, penekanan (emphasis), irama (rhytm), kesatuan (unity), layout dan sebagainya.

P.J. Booker (Inggris, 1964) Simulating what we want to make (or do), before we make (or do) it as many times as may be necessary to feel confident in the final result. Menurut Booker, dalam sebuah proses desain harus dilakukan simulasi-simulasi simulasi atas sesuatu yang ingin diciptakan atau dilakukan sebelum benar-benar menciptakan atau melakukan sesuatu yang diinginkan tersebut. Simulasi dilakukan berulang-ulang, sesering yang dianggap perlu sehingga dirasa yakin akan hasil akhirnya. Simulasi juga bisa diartikan untuk menguji dari sekian konfigurasi antara komponen desain (design element) dan sistem (design principle).

J.B. Reswick (Amerika Serikat, 1965) A creative activity – it involves bringing into being something new and useful that has not existed previously (Aktivitas kreatif yang di dalamnya terkandung penciptaan sesuatu yang baru dan bermanfaat yang sebelumnya tidak ada). Definisi Reswick membawa kita pada pemikiran bahwa sebuah desain harus memiliki sebuah kebaruan (newness) serta memiliki fungsi yang sebelumnya tidak ada. Azas kebergunaan menjadi salah satu bagian yang ditekankan dalam arti bisa lebih mempermudah, membuat lebih effisien baik dari waktu, tenaga, material maupun cost.

J.K. Page (Inggris, 1966) The imaginative jump from present facts to future possibilities. (Lompatan imajinatif atau maya dari suatu keadaan atau fakta yang ada menuju ke kemungkinan-kemungkinan yang dapat dicapai pada waktu yang akan datang) Dalam desain ternyata bukan hanya berisi kata kerja yang berarti dilakukan secara tangible (motorik), tetapi juga ada unsur berfikir (think) yang dilakukan secara intelegible. Dalam definisi Page ini juga menekankan pada kalimat future possibilities, yang berarti juga menekankan pada aspek visioner. Dengan demikian proses berfikir sang desainer juga dapat mengekplorasi tentang kemungkinan-kemungkinan dimasa datang (di tempat dan saat yang berbeda)

E. Matchett (Inggris, 1968) The optimum solution to the sum of the true needs of a particular set of circumstances (Solusi optimum atas sejumlah tuntutan kebutuhan nyata dari suatu keadaan tertentu yang diinginkan). Pemikiran Matchett tentang desain menekankan pada penemuan pemecahan masalah , yang berarti sang desainer harus menyadari bahwa apapun yang didesainnya memiliki latar belakang yang spesifik. Sering kali sang desainer (apalagi pada masa sekolah) sulit membedakan antara kebutuhan (need) dari desain yang dimaksud dengan keinginannya (want). Jika pemahaman sang desainer akan latar belakang baik maka pasti sang desainer dapat membedakan antara kebutuhan desain dan keinginannya. Konteks ruang/tempat dan waktu juga harus menjadi perhatian, karena pada ruang/tempat dan waktu yang berbeda maka sangat mungkin menghasilkan desain yang berbeda pula. Dengan kata lain desain juga memiliki konteks dengan bidang lainnya, hal tersebutlah yang membuat desain haruslah manjadi spesifik.

Bruce L. Archer (Inggris, 1968) A goal directed problem-solving activity (Aktivitas atau upaya pemecahan suatu masalah yang dipandu oleh suatu sasaran yang telah ditetapkan). Archer mendefinisikan bahwa sebuah desain haruslah memiliki tujuan (goal) yang seharusnya sudah dapat didefinisikan dari awal. Sang desainer (pada masa sekolah) sering kali mengalami kebingungan pada saat proses desain karena ternyata tak pernah kunjung puas terhadap hasil karya desainnya. Masih ada perasaan belum selesai pada saat pengumpulan tugas, seperti masih ingin menambahkan sesuatu ke dalam desainnya. Ternyata permasalahannya adalah sang desainer tidak menetapkan tujuan (goal) dari desainnya secara mendetail atau ,alah lupa sama sekali. Jadi yang ada dalam pemikirannya hanya harus menghasilkan karya desain dengan ‘keren’ tanpa bisa mendefinisikan permasalahan apa yang harus diselesaikan yang membuat proses desainnya menjadi kehilangan arah.

Pemahaman Papanek tentang ‘desain’ juga dapat memperkaya pemahaman anda tentang desain. Dengan latar belakang sebagai pengajar profesional dan desainer yang concern pada negara dunia ketiga membuat Papanek memiliki pemahama yang unik tentang desain. Dalam Design for The Real World, Papanek mengungkapkan bahwa desain adalah usaha sadar dan intuitif dan memadukannya sebuah maksud. Kata ‘sadar’ menyiratkan intelektualisasi, fikiran, penelitian dan analisis. Kata ‘intuitif’ menyiratkan impresi dan ide-ide yang tidak bisa kita jelaskan secara logika yang telah terkumpul pada alam bawah sadar. Bagi Papanek sebuah desain haruslah memiliki makna (meaningful) sebagai tujuan, karena dengan tujuan yang telah jelas sebuah desain tidak dapat lagi disebut bagus, cantik, manis, jelek atau menjijikkan.

Berbagai Sumber : “Perkembangan Metodologi Desain” Gogor Bangsa 02 Mei 2013

Terima kasih telah membaca Pengertian Desain Menurut Para Ahli.
Semoga bermanfaat.

 

Muat Artikel Oleh Firnandus
Muat Artikel Mengenai Desain

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Periksa Juga

Pengertian Desain Produk, Sejarah dan Asosiasinya Di Indonesia

Pengertian Desain Produk, Sejarah dan Asosiasinya Di Indonesia – Sebenarnya dari awa…