Beranda Desain Aliran Seni Kubisme, Tokoh-Tokoh dan Contoh Karyanya

Aliran Seni Kubisme, Tokoh-Tokoh dan Contoh Karyanya

11 Sedikit Membaca
0
0
194
Aliran Seni Kubisme, Tokoh-Tokoh dan Contoh Karyanya

Aliran Seni Kubisme, Tokoh-Tokoh dan Contoh Karyanya – Dari zaman dahulu sampai sekarang ini semakin banyak aliran seni di dalam dan diluar negeri, kali ini saya akan membagikan salah satu aliran seni Kubisme yang dapat anda baca dibawah ini.

Aliran Seni Kubisme

Aliran Seni Kubisme adalah gaya abstrak formalistik yang pertama-tama berkembang seiring dengan Ekspresionisme sebelum Perang Dunia I. Istilah Kubisme dapat digunakan secara umum untuk menunjukkan semua gaya abstrak geometrik pada abad ke-20 atau secara terbatas menunjukkan gerakan-gerakan awal khususnya Kubisme Analitik dan Kubisme Sinthetik. Tokoh Kubisme adalah Pablo Picasso dan Georges Braque.

Tokoh dan Contoh Karya Aliran Seni Kubisme

Pablo Picasso (1881-1974)

Picasso berasal dari Spanyol dan menjalani masa kesenimannya di Paris. Ia adalah salah satu seniman terbesar abad ke-20. Picasso mengeksplorasi berbagai macam gaya dan kadang-kadang pada waktu yang sama berkarya dengan beberapa gaya sekaligus. Pada awal abad tersebut, setelah berevolusi dari periode biru dan merah jambu, Picasso merintis perkembangan seni lukis Kubisme. Ia berkarya dengan gaya Kubisme atau pun dengan gaya lain selama kariernya.

Kubisme Analitik

Karya Picasso yang sangat terkenal adalah Les Demoiselles d’Avignon (1907). Karya Picasso ini mendapat pengaruh lukisan-lukisan Post-Impresionisme Cezanne yang menggunakan tema orang berenang, tetapi dengan abstraksi lebih lanjut pada distorsi anatomi tubuh manusia. Penyederhaan geometrik pada figur-figur telanjang memberi inspirasi pada perkembangan Kubisme selanjutnya. Dua wajah yang mirip topeng mendapat pengaruh dari seni patung Afrikan.

Kubisme Sintetik

Dalam Kubisme Analitik objek-objek diamati dari berbagai sudut pandang. Lukisan menjadi catatan analisis seniman tentang sudut pandang yang bervariasi yang dikombinasikan secara simultan. Sebagai contoh, bentuk figur mungkin di dan bagian- bagiannya direduksi menjadi bentuk-bentuk geometrik sederhana yang disusun dalam bidang-bidang miring dalam komposisi. Lukisan-lukisan Kubisme Analitik dikerjakan dengan kisaran warna yang terbatas, misalnya coklat, hijau, dan biru yang kusam. Formalisme pada lukisan-lukisan ini berlawanan dengan estetika Ekspresionisme.

Picasso bekerja sama dengan pelukis Perancis Georges Braque (1882-1963) dalam mengembangkan Kubisme Analitik. Mereka mengerjakan serangkaian lukisan eksperimental pada tahun 1909 sampai 1912. Dalam lukisan Braque, Houses at L’Estaque (1908), rumah-rumah diabstraksikan sebagai bentuk-bentuk kubistik dan dikerjakan dalam kisaran warna hijau dan abu-abu kecoklatan yang redup. Tahap kematangan Kubisme Analitik dicapai dalam karya Braque The Portuguese (1911), dan juga dalam lukisan- lukisan manusia dan alam benda karya Picasso yang menggunakan abstraksi secara lebih radikal.

Picasso dan Braque (1912) menemukan Kubisme Sintetik. Gaya ini mengembalikan warna dan tekstur pada seni lukis Kubisme. Dalam gaya ini mereka juga memasukkan bentuk-bentuk potongan sebagai unsur kolase dalam seni lukis, dan bahkan menyusun komposisi yang seluruhnya berupa kolase. Ketika Kubisme Sintetik berkembang lebih lanjut, lukisan kadang-kadang dikerjakan dengan meniru efek kolase, tidak menggunakan unsur kolase yang sesungguhnya.

Karya Picasso The Three Musicians (1912) dikerjakan dalam gaya Kubisme Sintetik, menggunakan bidang-bidang datar dan warna dekoratif. Lukisan ini seluruhnya dikerjakan dengan cat minyak, tetapi tampak seperti kolase yang terdiri dari potongan- potongan kertas.

Fenand Léger (1881-1955)

Femand Léger mendapat pengaruh dari Kubisme Sintetik. Karyanya juga merespon isu-isu tentang abad industri moderen. Lukisan-lukisannya menampilkan bentuk-bentuk mekanik, didominasi oleh ikonografi mesin. Dalam The Cily (1919), bentuk-bentuk geometrik yang berwarna cerah mengesankan bentuk-bentuk industrial yang dikaitkan dengan kehidupan urban moderen. Bentuk-bentuk ini disusun dalam komposisi dengan bidang-bidang yang tumpang tindih. Bahkan figur manusia diabstraksikan sehingga tampak seperti robot.

Seni Patung Kubisme

Konsep Kubisme meluas sampai pada seni patung. Karya Picasso Guitar (1912) meninggalkan tradisi seni patung, karena karya itu tidak dikerjakan dengan teknik membentuk, teknik pahat, atau teknik cor, tetapi berupa konstruksi lempengan logam dan kawat.

Jacques Lipchitz (1891—1964) adalah salah satu pematung Kubisme yang penting di Paris. Secara khusus, ia mentransformasikan bentuk-bentuk datar Kubisme Sintetik kedalam bentuk pejal yang menyusut menjadi bidang-bidang. Man with a Guitar (1915), patung konstruksi dari batu gamping, adalah salah satu karya awal Kubisme yang terkenal. Karyanya selanjutnya Figure (1926—1930), meskipun pada dasarnya masih bergaya Kubisme, karya ini mengandung unsur ekspresi yang mungkin merupakan pengaruh patung Oseania atau Afrika.

Kubisme dan Arsitektur

Kubisme juga memberikan tantangan bagi para arsitek untuk meninjau kembali pendapat tradisional tentang bentuk dalam ruang tiga dimensional. Arsitektur abad ke-20 menekankan bentuk-bentuk geometrik dan rasional, dan bukan bentuk-bentuk organik dan emotif.

Frank Lloyd Wright (1867—1959)

Frank Lloyd Wright merupakan salah seorang arsitek Amerika pada abad moderen yang penting. Ia menerapkan prinsip-prinsip Kubisme dalam karyanya “prairie houses” pada awal abad ke-20. Rancangan seni bangunnya memberikan banyak pengaruh pada arsitek-arsitek moderen lainnya, misalnya Rietveldt.

Rancangan Wright Robie House (Gambar ) di Chicago tersusun dari blok-blok ruang yang abstrak yang mencuat ke berbagai arah. Konsep dasar desain Wright, menggunakan bentuk- bentuk geometrik yang saling menerobos pada dasarnya sama halnya dengan bentuk-bentuk yang digunakan oleh para pematung Kubisme dan pelukis Kubisme Sintetik akhir.

Futurisme Itali

Penyair Itali Filippo Thommaso Marinetti menulis Manifesto Futuris (1909) yang mendukung perubahan radikal dalam dunia kesenian, dengan mencerminkan dinamisme abad yang baru. Para Futuris menghendaki seni rupa yang mengagungkan mesin dan konsep dinamisme secara umum. Dalam karya mereka, gerak dan mekanisasi merupakan tema yang penting. Secara ironis, banyak di antara tokoh Futuris yang tewas dalam Perang Dunia I, oleh mesin penghancur yang mereka agungkan dalam karyanya. Lukisan Futuris sering ditandai dengan penggunaan gambar ganda (multiple images) untuk mengesankan gerak benda atau manusia dalam ruang dan waktu. Efek yang dicapai mirip dengan pengamatan film bioskup dari frame ke frame. Gambar ganda ini juga dikaitkan dengan perkembangan fotografi eksperimental, misalnya pada karya Muybridge.

Di antara pelukis Itali yang menggunakan gambar ganda untuk mengesankan gerak adalah Giacomó Balla dalam karyanya Dog on a Leach dan Gino Severini (1883-1966) dalam karyanya Blue Dancer (1912).

Umberto Boccioni (1882—1916)

Pelukis dan pematung Umberto Boccioni adalah salah seorang Futuris Itali yang paling inovatif. Karya awalnya berkembang dari Post-Impressionism, tetapi kemudian mengadopsi struktur komposisi Kubisme Analitik. Lukisan Boccioni sering merupakan studi tentang dinamisme tubuh manusia dalam gerakan, misalnya pada pengendara sepeda (Dynamism of a Cyclist, 1913). Bentuk-bentuk pada lukisan ini merupakan abstraksi dalam gaya Kubisme Analitik. Dalam lukisan Boccioni, gerak figur-figur manusia melalui ruang dan waktu ditangkap sebagai perjalanan dalam lintasan pandangan si seniman.

Boccioni juga menerapkan prinsip figur manusia dalam gerak dalam karya patung maupun lukisannya. Dalam karyanya yang berjudul Unique Forms of Continuity in Space (Gambar ), konsep kecepatan dikomunikasikan melalui figur pelari dalam bentuk yang sangat abstrak. Gerak pelari yang cepat diungkapkan dalam tonjolan-tonjolan seperti lidah api yang mengesankan keberadaannya yang singkat dalam waktu dan ruang.

Artikel UtamaSejarah Desain Modern Serta Aliran Seni Rupa Abad Ke-18 dan Ke-19

Terima kasih telah membaca Aliran Seni Kubisme, Tokoh-Tokoh dan Contoh Karyanya.
Semoga bermanfaat.

Muat Artikel Oleh Firnandus
Muat Artikel Mengenai Desain

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Periksa Juga

Pengertian Desain Produk, Sejarah dan Asosiasinya Di Indonesia

Pengertian Desain Produk, Sejarah dan Asosiasinya Di Indonesia – Sebenarnya dari awa…