Beranda Desain Aliran Seni Dadaisme, Tokoh-Tokoh dan Contoh Karyanya

Aliran Seni Dadaisme, Tokoh-Tokoh dan Contoh Karyanya

10 Sedikit Membaca
0
1
6,206
Aliran Seni Dadaisme, Tokoh-Tokoh dan Contoh Karyanya

Aliran Seni Dadaisme, Tokoh-Tokoh dan Contoh Karyanya – Dari zaman dahulu sampai sekarang ini semakin banyak aliran seni di dalam dan diluar negeri, kali ini saya akan membagikan salah satu aliran seni Dadaisme yang dapat anda baca dibawah ini.

Aliran Seni Dadaisme

Dadaisme Dan Gaya Fantasi

Istilah Dadaisme tidak ada maknanya (asalnya tidak jelas). Gerakan Dada menciptakan karya seni rupa yang mengkomunikasikan konsep absurditas. Dada dapat dikategorisasikan kedalam konsep Fantasi (lawan dari Realisme). Gerakan ini muncul di negara-negara yang netral selama Perang Dunia I. Pusatnya adalah Zurich, Swiss dan New York (sebelum Amerika Serikat terlibat dalam perang itu). Gerakan ini berpengaruh pada sastra, teater, musik, serta seni rupa. Seniman Dada menolak rasio, menganggap bahwa pemikiran rasional tidak efektif untuk menyelesaikan masalah dunia. Dada merupakan reaksi terhadap kengerian Perang Dunia I, yang dilihat seniman sebagai akibat pemikiran rasional. Karya Dada berusaha menggelitik masyarakat kelas menengah dengan menyajikan konsep-konsep absurd. Pada akhir Perang Dunia I Dada menjalar ke Jerman. Dada berlangsung sampai tahun 1934, ketika gerakan itu dinyatakan mati oleh gerakan Surealis.

Marchel Duchamp (1887-1968)

Marchel Duchamp adalah pendiri gerakan Dada. Ia meninggalkan Perancis untuk menghindari Perang Dunia I dan mendirikan cabang Dada di New York. Duchamp mengawali kariernya sebagai pelukis. Ia mendapat pengaruh dari Kubisme Analitik, Futurisme, dan tema mekanisasi. Ia meninggalkan seni lukis dan mengabdikan dirinya pada gerakan Dada dan menghasilkan apa yang disebut “Ready Made”. Karya ini sebenarnya suatu bentuk “nonart” atau “antiart”. Ia mengambil benda-benda pakai bekas dan menyajikannya dalam konteks pameran seni rupa. Misalnya, ia menyajikan bekas urinal dan memberinya judul Fountain (1917).

Nude Descending a Staircase diciptakan Duchamp sebelum terlibat dalam gerakan Dada. Disini Duchamp menggunakan susunan bentuk geometrik dan warna terbatas seperti pada Kubisme Analitik, yang digabungkan dengan konsep dinamisme Futuris. Lukisan ini menunjukkan penggunaan teknik multiple image (gambaran ganda) pada figur wanita yang sedang menuruni tangga. Duchamp membuat karya ini dalam dua versi. Versi keduanya mendapat kritikan tajam pada Armory Show di New York pada tahun 1913.

Bicycle Wheel (1913). Dalam karya ini Duchamp memasang roda sepeda bekas di atas bangku (dingklik), membuatnya menjadi tidak berguna lagi. Karena roda tersebut dapat diputar, karya ini dapat dianggap sebagai awal dari seni rupa kinetik (kinetic art).

L.H.O.O.Q. (1919). Dalam karya ini Duchamp mereproduksi lukisan Leonardo da Vinci Monalisa dan menambahkan kumis dan janggut pada wajahnya. Di bawah gambar itu ia menuliskan huruf L.H.O.O.Q. Huruf-huruf ini jika diucapkan menurut bahasa Perancis suaranya sama dengan kata-kata yang berarti permainan kata-kata tak sopan. Dengan memperlakukan salah satu karya besar itu, Duchamp bermaksud melawan standar yang mapan dalam seni rupa.

Man Ray (1890-1976)

Seniman Amerika Man Ray mendapat pengaruh dari karya Duchamp. Ia menciptakan lukisan, foto, dan juga merangkai objek-objek seperti seniman Dada. Ia meniti sebagian besar kariernya di Paris.

The Gift (Hadiah, 1921). Karya Ray ini merupakan rangkaian (assemblage) yang terdiri atas sebuah seterika bekas dengan paku-paku bekas yang ditempelkan padanya, membuatnya tidak ada gunanya lagi sebagai benda pakai. Karya ini sesuai dengan konsep ready made Marchel Duchamp dan absurditas pada Dada.

Hans (Jean) Arp (1887-1966)

Hans (Jean) Arp adalah salah seorang seniman Dada di Zurich. Gagasannya yang sangat menarik adalah membuat kolase kertas yang disobek-sobek dan membiarkannya jatuh di atas selembar kertas. Setelah memodifikasi tata letak sobekan-sobekan kertas itu ia
kemudian menempelkannya pada lembaran kertas itu dengan lem. Ia menyebutkan komposisinya itu “sesuai dengan hukum kebetulan.”

Max Ernst (1891-1976)

Seniman Jerman Max Ernst adalah tokoh utama Gerakan Dada di Cologne. Karyanya mendapat pengaruh dari karya Seni Lukis Metafisik Giorgio de Chirico dan juga karya Duchamp. Ernst adalah seniman sangat inovatif. Salah satu temuannya adalah teknik frottage, yaitu memasukkan unsur teknik gosokan (rubbing) yang dibuat dari berbagai benda dalam lukisan

Fantasi di luar Dadaiame

Giorgio De Chirico (1888-1978)

Giorgio De Chirico mengembangkan bentuk seni lukis yang disebut Seni Lukis Metafisik (Metaphysical Painting). Seni lukis ini didasarkan pada bentuk-bentuk yang ada dalam khayalan dan kengerian yang irasional, khususnya dari alam yang tidak dikenal.

Karya De Chirico menggambarkan tema kengerian dari dunia lain, misalnya The Mystery and Melancholy of a Street (1914). Dalam karya ini, silhuet gelap dari seorang gadis yang memainkan gelindingan tampak di bagian bawah bidang lukisan, sedangkan di atasnya bayangan figur yang menakutkan muncul dari belakang gedung. Fantasi yang menjadi isi karya De Chirico ini memberikan pengaruh yang kuat terhadap kelompok Surealis.

Marc Chagal (1887-1985)

Marc Chagal adalah seniman kelahiran Rusia yang bekerja di Paris. Ia mengungkapkan gambaran khayal yang bernuansa nostalgia. Lukisan termasuk dalam kategori Fantasi, meskipun karyanya tersebut sering disusun berdasarkan prinisp Kubisme. Sebagian figur digambarkannya mengambang di udara, dikelilingi oleh warna-warna primer yang mencolok, misalnya dalam karyanya yang berjudul I and the Village (1911) dan The Birthday (1915).

Paul Klee (1879-1940)

Seniman Swiss-Jerman Paul Klee sulit dikategorisasikan dalam suatu gaya. Meskipun kadang-kadang terlibat dalam gerakan seni rupa tertentu, ia cenderung menjadi seniman yang bebas. Ia bukan pengikut Dada atau Surealisme, tetapi karyanya mengandung unsur khayalan. Ia mendapat pengaruh dari seni rupa primitip, seni rupa anak-anak dan selain itu juga dari Kubisme dan Ekspresionisme Jerman. Ia memadukan unsur-unsur tersebut dalam imajinasi yang hidup, kadang-kadang memadukan unsur intelek dan sesuatu yang aneh atau lucu.

Karya gambar Klee Twittering Machine (1923) dibuat dengan cat air dan goresan tinta. Gambar ini mengesankan burung-burung mekanik kecil yang dipasang pada sebuah engkol yang jika diputar menimbulkan bunyi seperti burung. Karya ini merangsang pikiran tetapi merupakan temuan yang absurd. Dalam hal ini, karya ini mirip karya Dada.

Artikel UtamaSejarah Desain Modern Serta Aliran Seni Rupa Abad Ke-18 dan Ke-19

Terima kasih telah membaca Aliran Seni Dadaisme, Tokoh-Tokoh dan Contoh Karyanya.
Semoga bermanfaat.

Muat Artikel Oleh Firnandus
Muat Artikel Mengenai Desain

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Periksa Juga

Pengertian Desain Produk, Sejarah dan Asosiasinya Di Indonesia

Pengertian Desain Produk, Sejarah dan Asosiasinya Di Indonesia – Sebenarnya dari awa…